RSS
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

politik teknologi

TEKNOLOGI INFORMASI
TelkomSigma Kembangkan Pusat Data Terbesar


Selasa, 12 April 2011

JAKARTA (Suara Karya): TelkomSigma mempercepat pengembangan pusat data (data center) dengan menginvestasikan sekitar Rp 300 miliar pada tahun ini. Perusahaan jasa solusi dan teknologi informatika ini akan mengembangkan pusat data di Serpong dan Surabaya.
Presiden Direktur TelkomSigma Rizkan Chandra mengatakan, pusat data ini akan menjadi jembatan bagi Telkom Group untuk bekerja sama dengan perusahaan dunia yang segera membangun pusat datanya di Indonesia. "Investasi untuk mengembangkan layanan akan memudahkan perseroan menjadi salah satu pemain utama di bidang solusi teknologi informasi di tingkat regio nal," kata Rizkan Chandra pada acara pergantian logo dan nama perusahaan dari Sigma menjadi TelkomSigma di Jakarta, Senin (11/4).
Menurut dia, dengan logo baru, perusahaan makin fokus pada misinya membangun kompetensi sebagai mitra terpercaya dalam menyediakan solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi pelanggan. "TelkomSigma menyiapkan infrastruktur pusat data untuk perusahaan asing dan tinggal bekerja sama dengan kami," ujarnya.
Selain itu, untuk memperkukuh posisi TelkomSigma pada jajaran perusahaan penyedia solusi TIK, perseroan terus mengembangkan solusi yang ditawarkan kepada klien. Produk baru yang ditawarkan antara lain Sigma M Force, Terasury Asset Management Package, Cloud Computing, serta Arium.
Dia mengatakan, data center juga merupakan salah satu komponen pendukung layanan berbasis cloud computing (internet). Untuk memberi layanan cloud compu ting, TelkomSigma akan memanfaatkan jaringan yang dimiliki induk perusahaan Telkom. "Cloud computing menggabungkan kekuatan jaringan Telkom dan aplikasi data yang dimiliki TelkomSigma tidak hanya layanan perbankan dan finansial, tapi juga mengembangkan e-government," tuturnya.
Ekspansi pusat data ini juga memberikan solusi TIK untuk perbankan dan perusahaan jasa keuangan, telekomunikasi, manufaktur, dan distribusi. Khusus modul Sigma M Force ditujukan untuk aplikasi pada layanan internet. Saat ini, TelkomSigma merupakan salah satu andalan Telkom untuk mengaplikasikan transformasi layanan telekomunikasi, informasi, media, dan edutainment (TIME).
Seperti diketahui, terhitung sejak Agustus 2010, kepemilikan saham Telkom pada TelkomSigma mencapai 100 persen, atau meningkat dari 80 persen saat diakuisisi pada 2008. Pada 2011, TelkomSigma mengalokasikan dana sekitar Rp 400 miliar untuk mengembangkan pusat data dan untuk pengembangan solusi TIK. Pada tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan Rp 600 miliar atau meningkat dibanding 2010 yang sekitar Rp 500 miliar, sedangkan laba bersih pada 2010 yang mencapai Rp 40 miliar diperkirakan melonjak pada tahun ini menjadi Rp 44 miliar.
Sementara itu, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menuturkan, TelkomSigma diharapkan mampu tidak hanya berkiprah di sektor solusi finansial semata, tapi juga lebih luas lagi merambah industri dan sektor lainnya. "TelkomSigma benar-benar dibutuhkan sebagai mitra strategis bagi pelanggan Telkom. Ini akan berdampak kepada portofolio bisnis TIME Telkom secara keseluruhan," katanya. (A Choir)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

peralatan

PERALATAN TEKNOLOGI INFORMASI
Perkembangan Teknologi Informasi sampai dengan saat ini berkembang dengan pesat seiring dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi sehingga mampu menciptakan alat-alat yang mendukung perkembangan Teknologi Informasi, mulai dari sistem komunikasi sampai dengan alat komunikasi yang searah maupun dua arah (interaktif).
Komputer

Setiap mesin yang mampu menerima data, memproses data, menyimpan data, dan menghasilkan bentuk keluaran berupa teks, gambar, simbol, angka dan suara dapat dikategorikan sebagai komputer. Dalam pengoperasian, bentuk, sistem dan fungsinya komputer dapat dibagi menjadi dua(2) bagian yaitu hardware dan software.
Hardware
Dalam mengikuti keinginan akan informasi, berbagai kendala ditemukan oleh manusia. Untuk mengakomodasi kepentingan ini, manusia menciptakan alat-alat yang menyokong keinginan tersebut.


CPU (Central Processing Units)

alat yang berfungsi sebagai pemroses data. Yang berisi rangkaian sirkuit yang menyimpan instuksi-instruksi pemrosesan, penyimpanan data
Monitor
alat yang mampu menampilkan teks maupun gambar dari data yang sedang diproses dalam CPU
Keyboard
Alat untuk memasukan data maupun perintah ke CPU, biasanya terdiri dari rangkaian huruf dan angka.
Mouse
alat bantu untuk memberikan perintah dalam memproses data berbentuk gambar/grafik
Printer
Alat yang memproduksi keluaran data (output) berbentuk cetak, baik itu berupa teks maupun gambar/grafik.
CD Rom


Alat tambahan ( alat peripheral ) yang mampu menyimpan dan menuliskan data dan program melalui media CD (Compact Disk). Alat ini didesain mampu menuliskan dan membaca data atau program melalui sistem Optik.
Compact Disk (CD)

Media penyimpanan yang terbuat dari bahan plastik. Proses penyimpanan dan pembacaan data menggunakan sistem optik.

Floppy Disk
Alat tambahan untuk menyimpan atau menuliskan kedalam disket maupun sebaliknya, ukuran yang umum digunakan adalah ukuran 3,5 inchi.
Hard disk


Alat tambahan untuk menyimpan data dalam kapasitas yang besar yang dilapisi secara magnetis


Scanner
alat bantu untuk memasukan data berupa gambar/grafik dan merubahnya kedalam bentuk digital sehingga dapat diproses dan digabungkan dengan bentuk data yang berupa teks.
Software
Sebuah program komputer yang berisi sekumpulan instruksi yang dibuat dengan menggunakan bahasa khusus yang memberi perintah kepada komputer untuk melakukan berbagai pengoperasian/pemrosesan terhadap data yang terdapat dalam program tersebut atau data yang dimasukan oleh pengguna komputer. Singkat kata software merupakan ‘jiwa’ sedangkan hardware berfungsi sebagai ‘tubuh’ dalam sebuah komputer.
Virus
Suatu set kode komputer yang dengan sengaja disembunyikan, bertujuan untuk menimbulkan kerusakan. Sebuah Virus mampu merusak hardware dan software komputer.
Jaringan Komunikasi
Sebuah sistem yang mampu menghubungkan dan menggabungkan beberapa titik komunikasi menjadi satu kesatuan yang mampu berinteraksi antara satu dengan lainnya.
Telephone
Alat komunikasi dua arah yang memungkinkan 2 orang atau lebih untuk bercakap-cakap tanpa terbatas jarak
ISDN
(Integrated Service Digital Network) jaringan komunikasi khusus yang menggunakan jaringan telepon yang tidak hanya meproses suara, tapi juga mampu menangani penyimpanan data berupa teks, gambar, video, faksimili,dll

Facsimile
Sebuah alat yang mampu mengirimkan dokumen secara persis sama melalui jaringan telepon.

Fiber Optic
Jaringan komunikasi yang mampu mentransmisikan data dalam frekuensi tinggi. Dalam jaringan ini jalur komunikasi tidak menggunakan kawat tembaga tetapi menggunakan cahaya sebagai penghantar datanya.
Leased Line

Jaringan telepon tetap(permanen) yang menghubungkan dua tempat atau lebih.
Jaringan ini tidak mempunyai alat pengalih (switching) atau sejenisnya, jaringan ini bekerja diantara tempat-tempat yang dihubungkan tersebut secara spesifik atau yang sudah ditentukan. Jaringan ini dikenal juga dengan sebutan Private Line.
Wireless
Jaringan komunikasi nir kabel, jaringan komunikasi yang menggunakan gelombang radio/frekuensi tertentu yang berfungsi sebagai penghantar informasi. Jaringan komunikasi ini menggunakan alat pemancar, penguat , dan penerima gelombang yang berisi data tersebut.
Jaringan Komunikasi dengan Satelit
Jaringan komunikasi tanpa kabel yang menggunakan satelit yang berfungsi sebagai pemancar, penerima dan penguat. Sistem komunikasi ini menggunakan gelombang sebagai penghantar datanya
Antena
Alat yang digunakan untuk memancarkan dan menerima komunikasi radio.
TV dan Radio
Alat penyampaian Informasi (Mass Media) yang menggunakan gelombang sebagai penghantar sinyal suara dan gambar.
Komunikasi Seluler
Komunikasi yang menggunakan transmisi radio untuk mengirimkan sinyal informasi, alat tersebut lebih dikenal dengan nama Hand Phone.
Net tools
Berbagai macam cara digunakan manusia untuk mempermudah dan menjaga kualitas hubungan melalui dunia Internet. Sejak saat itulah perkembangan alat- alat yang menyokong kemampuan jaringan untuk saling berhubungan berjalan pesat. Sistem jaringan yang tadinya hanya digunakan oleh kalangan terbatas sekarang sudah sangat merakyat. Bahkan sampai ke tingkat rumah tangga.
Server
Sebuah komputer yang bekerja sebagai penyedia data, penyedia software dan penyimpanan data. Bahkan sebuah server mampu mengatur jalur informasi dalam jaringan yang diaturnya.
Client
Sebuah PC dalam sebuah jaringan komunikasi yang mempunyai kemampuan memproses data dan mampu meminta informasi kepada server.
Router
Alat yang digunakan dalam jaringan yang mampu mengirimkan data kepada jaringan lainnya melalui jalur yang lebih cepat, tepat dan efisien.
Modem
Modulator / Demodulator, alat yang memungkinkan PC, Mini Computer, atau Mainframe untuk menerima dan mengirim data dalam bentuk digital melalui saluran telephon.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

contoh peranan teknologi


Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo FREDDY H. TULUNG : Keterbukaan Informasi Ciptakan Open Goverment

The Executive Corner Wed, 06 Apr 2011 09:42:00 WIB Sejak bergulirnya reformasi, tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang terbuka (open government) mensyaratkan adanya akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat pada setiap proses pembuatan kebijakan publik. Dengan keterbukaan informasi publik, negara dapat mewujudkan demokratisasi dan mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik.

Di era keterbukaan informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mempunyai jurus yang jitu untuk menyiapkan berbagai informasi yang bersifat edukatif sekaligus mengedepankan pencerahan kepada masyarakat yaitu dengan cara intensifikasi dan eksistensifikasi.

Apalagi kini, pemerintah tidak memiliki kewenangan mengontrol konten media terutama penyiaran karena fungsi pengawasannya ada pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers.

“Sebagai konsekwensi dari era demokrasi Indonesia, kita tidak mengenal lagi era sensor, ataupun pembatasan dan juga pembredeilan, sehingga masyarakat mau tidak mau, suka tidak suka harus menjadi masyarakat yang cerdas yaitu cerdas memilih. Tidak fair kalau mereka hanya disuguhkan informasi yang sifatnya komsumtif, menyesatkan dan untuk kepentingan sesaat,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Freddy Tulung.

Karena itu, lanjut Freddy, harus terjadi keseimbangan antara informasi yang relatif berkualitas serta informasi yang 3E+1N, yaitu konten-konten tersebut harus Enlightment (mencerahkan) Empowering (memberdayakan) Education (mendidik) dan Nationalism.

Hanya saja, untuk menciptakan era keterbukaan informasi publik, ada beberapa kendala yang dihadapi negara. Yakni sulit dan mahal. Hal itu, papar Freddy, dikarenakan informasi yang bersifat edukatif, menyejukkan, mencerdaskan dan mencerahkan bangsa membutuhkan kemasan tertentu. Sementara keterampilan dan network pemerintah sangat terbatas.

“Sudah saatnya kita harus lebih banyak lagi menyiapkan informasi yang edukatif sehingga masyarakat bisa cerdas memilih,” kata Freddy.

Kepada BISKOM, Freddy memaparkan beberapa pendapat dan kebijakan pemerintah mengenai keterbukaan informasi publik, baru-baru ini. Berikut petikan wawancaranya.

Menteri Kominfo baru saja melantik beberapa pejabat Eselon I dan mengganti beberapa Dirjen. Apa tugas yang diemban Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo?

Di Kemkominfo, ada tiga tugas yakni pertama, communication infrastructure yaitu menyiapkan sarana komunikasi melalui telekomunikasi, communication technology yaitu menyiapkan semua kepentingan pengembangan teknologi informasi (TI) di Indonesia, dan yang ketiga adalah communication content.

Prinsip dasarnya, konten itu tunduk pada hukum pasar termasuk konten media. Tetapi tugas saya adalah menyiapkan konten yang terkait dengan kebijakan publik. Jadi, kalau saya sederhanakan lagi, tugas saya ada tiga yakni memenuhi hak informasi masyarakat, mengakomodasi kepentingan kebutuhan masyarakat melalui saluran yang kami miliki ke elit yang terkait, dan ketiga adalah pencitraan lembaga negara, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Target apa yang ingin dicapai Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo di tahun ini?

Saat ini kami sudah menyusun suatu strategi pelayanan informasi dan komunikasi publik. Sebenarnya informasi tidak pernah kurang tapi kenapa masyarakat seperti terasa kurang informasi? Ada tiga permasalahan utama, yaitu pertama informasi yang tidak sinergis, akses informasi yang terbatas, dan ketiga adalah sudah terjadi penilaian negatif atau apriori sehingga konten-konten yang seharusnya menjadi hak milik masyarakat bisa disampaikan dengan tidak baik, jusru tidak tersampaikan atau salah disampaikan. Nah, tugas kami ada tiga hal, seperti yang saya sebutkan tadi.

Lantas, bagaimana caranya?

Ada enam media yang kami identifikasi sangat efektif yakni media luar ruang, media tradisional, media cetak, media penyiaran, media tatap muka dan media jejaring sosial sebagai media modern.

Menghadpi era yang semakin terbuka, tidak ada pilihan bagi kami, hanya satu cara untuk menyiapkan masyarakat yaitu dengan intensifikasi dan eksistensifikasi berbagai informasi yang dikaitkan dengan edukasi publik. Sebab, sebagai konsekwensi dari era demokrasi Indonesia, kita tidak lagi mengenal sensor. Karena itu, harus terjadi keseimbangan antara informasi yang relatif berkualitas dengan informasi yang 3E+1N, yakni Enlightment, Empowering, Education dan Nationalism.

Apa kendalanya dalam menyiapkan informasi yang 3E+1N?

Sulit dan mahal karena membutuhkan kemasan tertentu, sedangkan ketrampilan dan network pemerintah terbatas sehingga kalau dikaitkan dengan konteks tiga tadi (memenuhi hak tahu, akomodasi dan pencitraan -red), maka kita harus lebih banyak lagi menyiapkan informasi edukatif sehingga masyarakat bisa cerdas memilih.

Kami terus terang memiliki kegalauan mengingat televisi atau media lain kan hidup dari iklan. Dari data survei, kami melihat porsi iklan di media penyiaran Rp. 60 triliun di tahun 2010 dengan tingkat pertumbuhan 23 persen. Cukup signifikan tetapi kita memiliki hampir 250 stasiun televisi dan 2500 stasiun radio.

Komposisinya dari Rp. 60 triliun, sebanyak 90 persen iklan dikuasai televisi dan 10 persen oleh radio. Tapi, dari 250 TV, hanya 20 TV yang menikmati iklan tersebut. Sementara, kompetisi semakin tinggi dan ditentukan oleh lembaga rating.

Rating sendiri merupakan market refund yaitu seks, kekerasan, mistik dan gosip. Dan yang mengerikan, jam nonton tertinggi anak-anak Indonesia yakni 4,5 jam, Malaysia 4,3 jam, dan Singapura 2,7 jam. Itu karena masyarakat di negara lain menghabiskan waktu untuk berkompetisi. Padahal, konten televisi kebanyakan menayangkan seks, kekerasan, mistik dan gosip. Bisa dibayangkan seperti apa bangsa ini. Karena itu, kita hanya bisa mendorong dengan intensifikasi dan eksistensifikasi, karena tayangan-tayangan seperti ini sangat sulit disensor. Untuk konten-konten yang edukatif, perlu adanya peran media cetak seperti BISKOM, misalnya. Kami sangat mengharapkan itu, karena bangsa ini membutuhkan kebersamaan.

Apa indikator keberhasilan keterbukaan informasi publik?

Keterbukaan informasi publik adalah salah satu pilar yang digunakan untuk menggiring menuju demokrasi Indonesia. Tiga indikator demokrasi Indonesia yaitu pertama keterbukaan. Dengan adanya keterbukaan akan memunculkan yang kedua yakni partisipasi publik. Dan, dengan adanya partisipasi publik akan muncul ukuran ketiga yaitu akuntabilitas.

Ada dua macam akuntabilitas yakni akutabilitas masyarakat di dalam kontibusi mereka terhadap perumusan kebijakan publik dan yang kedua, kami sebagai pejabat publik juga dituntut akuntabel menyelenggarakan tugas dan kewenangan kami.

Saat ini, sudah sejauh mana kita sudah mencapai tingkat keterbukaan?

Dari data yang kami miliki sementara, kelihatannya keterbukaan saat ini hanya untuk ‘ketelanjangan’, dan belum mengarah kepada peningkatan partisipasi. Contohnya, isu kebohongan publik. Sebenarnya kebohongan publik terjadi karena ada gap antara ekpektasi masyarakat dengan kebijakan publik yang ada.

Umumnya, kebijakan publik yang dirumuskan berdasarkan pemilihan umum (pemilu) belum sesuai dengan aspirasi. Seharusnya pada waktu elit masuk menjadi pemenang, dia bisa merealisir janji yang dikaitkan dengan ekpektasi publik. Dan, hal ini membutuhkan keterbukaan sehingga dengan keterbukaan masyarakat menjadi tahu dan kepentingannya terwakili sehingga bisa berpartisipasi secara aktif. Hal ini lah yang memunculkan akuntabilitas.

Jadi kalau ditanya sudah sampai sejauh mana, saya jawab kita sudah mencapai tingkat keterbukaan. Tetapi apakah keterbukaan telah menggiring ke partisipasi publik, itu yang belum.

Apa kendala untuk mencapai hal tersebut, terutama jika dikaitkan dengan luas wilayah Indonesia yang terpisah antara pulau-pulau dan adanya kesenjangan digital?

Kalau berbicara kesenjangan digital menjadi relatif. Saya beri contoh iklan dimana orang Papua memakai koteka lagi internetan. Ini kan menarik, karena sudah mengenal teknologi. Contoh lainnya , saat ini masing-masing orang pastinya mempunyai dua ponsel. Dari kedua contoh ini, saya ingin mengatakan bahwa masyarakat kini telah realtime, tapi di sisi lain kita juga melakukan pemborosan dengan memiliki dua ponsel tadi. Nah, tugas kita adalah merubah kesenjangan digital menjadi kesetaraan digital.

Sebenarnya konsep perubahan mendasar bukan karena kita mampu atau gaptek tapi merubah mindset. Itu jauh lebih sulit. Bagaimana merubah teknologi yang kita gunakan menjadi berkah bagi kehidupan bersama. Yang saya khawatirkan dari apa yang terjadi sekarang adalah kita menjadi sangat konsumtif terhadap teknologi. Contohnya di dalam keluarga, masing-masing anggota keluarga asyik dengan gadgetnya masing-masing. Itu artinya high-tech yang kita kenal ternyata memang membawa konsekwensi kurangnya keterikatan sosial alias low touch. Karena itu, high-tech harus diimbangi dengan high-touch.

Terkait konten-konten negatif, apa pendapat Bapak mengenai filtering dalam akses informasi publik? Sejauh mana kita dapat memfilternya?

Sebenarnya filter terbaik adalah ukuran moral kita. Filtering teknologi memang bisa dilakukan karena setiap vaksin yang diciptakan untuk memproteksi, selalu dibarengi dengan hacker yang menciptakan virus baru lagi.

Menurut saya, filter yang paling baik adalah berangkat dari dirimu sendiri dan yang kedua adalah peran keluarga sangat menentukan. Sementara filter terbaik ketiga dan keempat adalah ulama dan teknologi, sementara filter terbaik kelima adalah law enforcement.

Kita memiliki pilihan untuk mem-filter konten dengan kemampuan teknologi. Terkait dengan program pemerintah, yakni Internet Sehat, sudah efektifkah program ini?

Menyangkut pornogafi, hal yang kita lakukan adalah usaha untuk mengurangi. Program Internet Sehat itu memang salah satu bentuk untuk mem-filter. Tapi, bagi saya, kalau hanya mengandalkan hal itu, tentu saja belum efektif.

Bagaimana perkembangan standar prosedur dan kriteria yang terkait dengan informasi dan komunikasi publik?

Kami sudah menyiapkan manajemen komunikasi publik yang di dalamnya ada strategi pelayanan dan kedua, tata kelola pelayanan informasi dan komunikasi publik. Konsepnya sederhana sekali mesti ada dua tahap yang harus dilalui, yakni pertama penetapan agenda setting berdasarkan perkembangan terbaru kemudian melakukan analisis dengan data-data yang ada. Ini semua untuk menghindari pemerintah agar jangan sampai terjebak masuk kedalam agenda setting yang berkembang di masyarakat. Contohnya, ada rumor juru bicara Presiden dianggap juru bantah. Ini yang sekarang kami coba kembangkan, jadi ada mekanisme penetapan agenda setting.

Tahap kedua adalah mekanisme desiminasi yang dilakukan melalui berbagai macam pola dengan me-link seluruh website yang ada di kalangan intansi pemerintah. Dan, masih dalam proses yakni menyusun bagaimana interface konektivitas dengan kehumasan BUMN (144 BUMN) dan pemerintah daerah (33 provinsi dan 475 pemerintahan kota/kabupaten).

Saat ini, kami sedang mengembangkan penguatan kelembagaan informasi dan komunikasi di tingkat Pemerintah Daerah melalui bantuan media center yang terdiri perangkat keras dan piranti lunak termasuk bimbingan teknisnya. Kemudian ini diperluas kepada lembaga kemasyarakatan strategis yang cukup kredibel seperti Pramuka, Karang Taruna, ormas dan lain sebagainya.

Selain itu, kami juga mengembangkan pola kemitraan dengan lembaga strategis lainnya agar menjadi suatu kendaraan komunikasi. Meski belum efektif tapi minimal telah memiliki mekanisme jaringan.

Sumber: Majalah Biskom


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

peralatan teknologi

Beberapa peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah televisi, komputer, handphone, laptop, PDA, dan banyak lagi yang lainnya seiring perkembangan teknologi informasi tersebut. Peralatan tersebut dapat saling berintegrasi dan menghasilkan suatu teknologi yang canggih.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

teknologi informasi

Definisi Teknologi Informasi

Oleh: Faisal Akib
Pemanfaatan Teknologi Informasi
Pemanfaatan Teknologi Informasi
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan teknologi informasi? Apakah teknologi informasi itu identik dengan komputer? Pertanyaan ini sering diutarakan dan untuk menjawabnya diperlukan pemahaman mengenai teknologi informasi itu sendiri.
Teknologi informasi (Information Technology) biasa disingkat TI, IT atau infotech. Dalam Oxford English Dictionary (OED2) edisi ke-2 mendefenisikan teknologi informasi adalah hardware dan software, dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya dalam konteks bisnis atau usaha. Menurut Haag dan Keen (1996), Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Menurut Martin (1999), Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirim/menyebarkan informasi. Sementara Williams dan Sawyer (2003), mengungkapkan bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.
Dari defenisi di atas, nampak bahwa teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer, tetapi juga termasuk teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain bahwa teknologi informasi merupakan hasil konvergensi antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi.
Teknologi komputer merupakan teknologi yang berhubungan dengan perangkat komputer seperti printer, pembaca sidik jari, CD-ROM, Prosesor, disk, dan lain-lain. Komputer merupakan mesin serbaguna yang dapat digunakan untuk keperluan pengolahan data apa saja menjadi informasi yang berguna. Hal ini dimungkinkan karena komputer dapat dikendalikan oleh program yang terdiri atas sederetan instruksi. Komputer akan bertindak sesuai instruksi yang diterimanya dari program. Dengan kata lain komputer akan bertindak sesuai keinginan pembuat program.
Teknologi komunikasi atau telekomunikasi merupakan teknologi komunikasi jarak jauh. Termasuk teknologi telekomunikasi yang kita gunakan sehari-hari adalah telepon, televisi, radio, handy-talky, handphone. Dikatakan sebelumnya bahwa teknologi informasi merupakan konvergensi antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi, saat ini teknologi telekomunikasi yang disebutkan di atas telah dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah komputer. Sehingga beberapa komputer dapat berkomunikasi satu sama lain dengan mudah. Inilah makna dari kata “konvergensi” di atas yang kemudian lazim disebut sebagai Teknologi Informasi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS